. Hidayah Allah dari tanganmu lebih baik dari unta merah. Inilah yang diberitakan oleh Rasulullah SAW kepada Ali bin Abu Thalib RA ketika menyerahkan panji kebesaran Islam kepadanya di hari perang Khaibar. Ali bertanya, "Bagaimana aku memerangi mereka, apakah sehingga mereka menjadi sepeerti kita?".
Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah (harta amat berharga di masa silam, pen)." (Muttafaqun 'alaih). "Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya" (HR. Muslim).
Bergabunglahdengan warga di sekitarmu dan berbagi informasi tentang lingkunganmu agar menjadi lebih baik! Masuk Daftar Fitur baru Rekomendasi video. sebelumnya selanjutnya. Berita Warga Laporan Warga Loker Acara Other Posts MOHAMMAD JAENUDIN di Tanjungsari, Gunung Kidul Berita Warga 27 Feb 2022 Muhadloroh, Salah Satu Kegiatan Unggulan Di
LebihBaik daripada Unta Terbaik. by Wahyuni. Oktober 2, 2021. 0. ADVERTISEMENT. Allah Subhanahu Wata'ala tidak menciptakan manusia ke dunia ini dengan sia-sia, melainkan kita diciptakan untuk mengemban risalah, memegang amanat, dan melaksanakan kewajiban yaitu beribadah kepada Allah Subhanahu Wata'ala, " Dan, aku tidak menciptakan jin
Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu. Dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu’anhu, suatu ketika dalam peperangan Khaibar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, aku akan memberikan bendera ini kepada seorang pria yang melalui kedua tangannya Allah akan memberikan kemenangan, dia mencintai Allah dan rasul-Nya, dan Allah dan rasul-Nya pun mencintainya.” Sahl berkata Maka di malam harinya orang-orang pun membicarakan siapakah kira-kira di antara mereka yang akan diberikan bendera itu. Sahl berkata Ketika pagi harinya, orang-orang hadir dalam majelis Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Masing-masing dari mereka sangat mengharapkan untuk menjadi orang yang diberikan bendera itu. Kemudian, Nabi bersabda, “Dimanakah Ali bin Abi Thalib?”. Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, dia sedang menderita sakit di kedua matanya.” Sahl berkata Mereka pun diperintahkan untuk menjemputnya. Kemudian, dia pun didatangkan lalu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam meludahi kedua matanya dan mendoakan kesembuhan baginya maka sembuhlah ia. Sampai-sampai seolah-olah tidak menderita sakit sama sekali sebelumnya. Maka beliau pun memberikan bendera itu kepadanya. Ali berkata, “Wahai Rasulullah, apakah saya harus memerangi mereka hingga mereka menjadi seperti kita?”. Beliau menjawab, “Berjalanlah dengan tenang, sampai kamu tiba di sekitar wilayah mereka. Lalu serulah mereka untuk masuk Islam dan kabarkan kepada mereka hak Allah yang wajib mereka tunaikan. Demi Allah, apabila Allah menunjuki seorang saja melalui dakwahmu itu lebih baik bagimu daripada kamu memiliki onta-onta merah.” HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim [8/31] Daripada Sahl bin Sa’d Radhiyallaahu Anhu bahawa Rasulullaah Shollallaahu Alaihi wa Sallaam pernah bersabda “Maka demi Allah, sekiranya Allah memberi hidayah kepada seorang sahaja kerana da’wah melalui diri mu, itu adalah lebih baik bagi kamu daripada kamu memiliki unta-unta merah.” Riwayat Bukhari, Muslim dan Ahmad Sejak hari pertama saya mendengar hadith di atas ini, timbul dalam diri saya satu cita-cita yaitu ingin mengajak paling tidak pun seorang non-muslim untuk memeluk agama Islam ini, yang dipilih oleh Allah menjadi Dien yang sempurna dan teragung di dunia. Tapi kenapa amalan tersebut dibandingkan dengan unta merah? Apa artinya hadis tersebut? Pada zaman Rasulullaah Shollallaahu Alaihi wa Sallaam, binatang peliharaan merupakan harta yang besar nilainya, terutama unta. Unta Merah adalah jenis unta yang terbaik dan termahal karena badannya yang tinggi besar. Jadi, untuk mendekatkan pemahaman para sahabat beliau, mengenai harta yang mahal , maka digunakan contoh yang paling mudah dan terdekat dengan mereka yaitu unta merah. Hingga saat ini, seekor unta merah saat ini bernilai antara SR 7 ribu hingga SR 20 ribu. Sekiranya ditukar kepada mata uang dolar Singapura antara SGD2600 hingga SGD7700, atau senilai Rp 24 – 70 juta . Rasulullaah Shollallaahu Alaihi wa Sallaam menyebutkan, sekiranya kita dapat mengajak seorang non-muslim memeluk Islam maka perbuatan itu adalah jauh lebih baik daripada kita memiliki beberapa ekor unta merah yang paling mahal harganya. Sebelum kita menjadi penyebab kepada hidayah orang lain, kita perlu memperbaiki diri kita dengan menimba ilmu kemudian mengamalkannya atas dua syarat utama iaitu ikhlas hanya untuk Allah dan menepati syariat yang dibawa Baginda Shollallaahu Alaihi wa Sallaam. Adapun secara tafsiran lainnya bisa dijelaskan dengan rincian seperti di bawah ini Kewajiban untuk berdakwah mengajak musuh orang kafir untuk masuk Islam sebelum dikobarkannya peperangan. Namun, apabila musuh tersebut sudah pernah didakwahi -tetapi menolak- maka hal itu tidak lagi wajib, namun dianjurkan lihat Syarh Muslim [8/30], al-Jadid fi Syarh Kitab at-Tauhid, hal. 69 Keislaman seseorang -orang kafir yang bersyahadat- tetap diterima meskipun dalam keadaan sedang terjadi peperangan lihat Syarh Muslim [8/31] Hukum di dunia dibangun di atas apa yang tampak secara lahir. Adapun hukum batinnya diserahkan kepada Allah lihat Syarh Muslim [8/31] Syarat sah keislaman adalah harus mengucapkan dua kalimat syahadat. Apabila dia bisu atau mengalami hambatan lain yang serupa maka cukup baginya mengisyaratkan terhadap syahadat itu lihat Syarh Muslim [8/31] Hadits ini menunjukkan betapa besar keutamaan ilmu dan mendakwahkan petunjuk serta tuntunan-tuntunan yang baik lihat Syarh Muslim [8/30] Nabi shallallahu alaihi wa sallam berdakwah mengajak manusia untuk memeluk agama Islam lihat Shahih Bukhari, Kitab al-Jihad wa as-Siyar, hal. 617. Ini merupakan bantahan yang sangat jelas bagi kaum Liberal dan Pluralis yang menganggap bahwa Islam yang diserukan kepada manusia adalah Islam dengan pengertian kepasrahan kepada Tuhan semata’ tanpa ada kewajiban untuk masuk ke dalam agama yang disebut Islam. Hadits ini menunjukkan betapa besar keutamaan orang yang bisa mengajak kepada Islam kepada orang lain kemudian orang yang didakwahi tersebut menerimanya masuk Islam, meskipun jumlahnya hanya satu orang lihat Shahih Bukhari, Kitab al-Jihad wa as-Siyar, hal. 630 Hadits ini menunjukkan keutamaan yang sangat jelas pada diri Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu, karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memujinya dengan kata-kata, “Dia mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan Allah dan rasul-Nya pun mencintainya.” lihat Shahih Bukhari, Kitab Fadha’il As-habin Nabi shallallahu alaihi wa sallam, hal. 775 Wajibnya mencintai Ali bin Abi Thalib. Karena konsekuensi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya adalah kita juga harus mencintai apa yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya 10. Allah memiliki sifat mencintai lihat al-Jadid, hal. 69 11. Mukjizat Nabi shallallahu alaihi wa sallam lihat al-Jadid, hal. 69 12. Hadits ini menunjukkan betapa besar semangat para sahabat untuk memperoleh kebaikan agama mereka lihat al- Jadid, hal. 69. Karena mereka sangat ingin menjadi orang yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya. Oleh sebab itu mereka berharap untuk diberi bendera tersebut, bukan karena mereka menyimpan ambisi kekuasaan sebagaimana yang dituduhkan oleh kaum Syi’ah! 13. Semestinya seorang pemimpin memeriksa keadaan rakyat atau orang yang dipimpinnya lihat al-Jadid, hal. 69 14. Wajibnya beriman kepada takdir, tatkala bendera itu ternyata diberikan bukan kepada orang yang berusaha untuk bisa mendapatkannya lihat al-Jadid, hal. 69 15. Seorang panglima perang hendaknya senantiasa bertindak dengan tenang, namun bukan berarti bersikap lemah dan tidak menunjukkan wibawa lihat al-Jadid, hal. 69 16. Dua kalimat syahadat yang diucapkan dengan lisan tidak cukup jika tidak diiringi dengan amalam yang membuktikannya lihat al-Jadid, hal. 69 17. Bolehnya bersumpah ketika menyampaikan suatu perkara untuk lebih menekankan atau ada kemaslahatan lainnya, meskipun ia tidak diminta bersumpah lihat al-Jadid, hal. 69 18. Hendaknya seorang da’i dalam mengajak kepada objek dakwahnya, yang pertama kali diserukannya adalah agar mereka memahami dua kalimat syahadat lihat al-Jadid, hal. 70 19. Diperlukannya bendera dalam peperangan 20. Seorang pemimpin atau pun pemerintah hendaknya mengirim utusan orang-orang yang berdakwah kepada agama Allah -yaitu mendakwahkan tauhid dan Sunnah – sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para khulafa’ ar-rasyidin lihat Fath al-Majid, hal. 90 21. Hadits ini menunjukkan pentingnya pendidikan bagi da’i 22. Hidayah taufik hanya di tangan Allah 23. Seorang da’i tidak perlu merasa sempit dan sedih semata-mata karena pengikutnya sedikit. Namun, semestinya dia bersedih karena manusia tidak mau menerima kebenaran, bukan karena jumlah pengikutnya sedikit 24. Untuk berperang itu memerlukan strategi dan kehati-hatian 25. Jihad dengan ilmu dakwah itu didahulukan daripada jihad dengan persenjataan perang 26. Kemenangan berasal dari Allah, bukan semata-mata hasil perjuangan pasukan ataupun kelihaian panglimanya 27. Ajaran Islam adalah ajaran yang penuh dengan kasih sayang kepada manusia. Islam tidak mengenal aksi pembunuhan membabi buta sebagaimana yang dilakukan oleh para teroris atau pelaku bom bunuh diri yang mengklaim tindakkannya sebagai jihad 28. Dakwah itu harus dilakukan dengan mengikuti skala prioritas, mendahulukan perkara-perkara yang terpenting sebelum perkara penting lainnya 29. Peperangan bukanlah tujuan dalam Islam, namun perang adalah cara terakhir yang memang harus ditempuh untuk menegakkan kebenaran di atas muka bumi ini 30. Islam sangat menghargai nyawa manusia, meskipun itu adalah nyawa orang-orang kafir. Bahkan, orang kafir yang tinggal di negeri Islam dan dilindungi oleh pemerintah ataupun orang kafir yang tinggal di sebuah negara yang terikat perjanjian damai dengan kaum muslimin adalah haram untuk ditumpahkan darahnya 31. Hadits ini menunjukkan bahwa orang yang mulia adalah orang yang dicintai Allah. Sementara orang yang dicintai Allah adalah orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya 32. Hadits ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa para sahabat yang lain selain Ali tidak dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, bahkan mereka adalah umat terbaik di atas muka bumi ini 33. Hadist ini menunjukkan semestinya seorang da’i bertanya/berkonsultasi kepada da’i lain yang lebih senior, terlebih lagi dalam urusan umat yang memiliki pengaruh luas Sumber – Penulis Abu Mushlih Ari Wahyudi, – Abu Raaihan
LEBIH DARI SEKADAR UNTA MERAHRasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- berkata kepada Ali bin Abi Thalib -radhiyallahu anhu-, فَوَاللَّهِ لأَنْ يُهْدَى بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ“Demi Allah, apabila Allah memberi petunjuk kepada satu orang saja melalui perantaraanmu, itu lebih baik bagimu daripada unta merah yaitu unta yang paling bagus dan paling mahal -pen”.HR. Al-Bukhari No. 2942 dan Muslim No. 2406_____📱 Official Sosial Media Yayasan Cinta Sedekah▪️ Layanan CS▪️ renungan hidayah petunjuk mahal berharga motivasi taubat hijrah taqwa nasehat kebaikan berbuatbaik nasehatislam quotes quotesislami inspirasi dakwah islam cintasedekah
Tanya Marilah kita mengajak manusia kepada petunjuk walaupun dengan selembar kebaikan, فَوَاللهِ لَأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِداً، خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ “Demi Allah, jikalau Allah memberi hidayah kepada satu orang dengan sebab dirimu, hal itu benar-benar lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” [Muttafaqun Alaihi] Mohon penjelasan dari kalimat di hadist ini. Jawab Hadits tersebut menunjukkan beberapa perkata, Pertama, keutamaan berdakwah mengajak orang kepada Islam dan jalan hidayah. Kedua, keutamaan seorang yang menjadi sebab sehingga orang lain mendapat hidayah. Ketiga, penetapan adanya sebab. Keempat, kebaikan itu bertingkat-tingkat, dan seseorang mendapatkannya sesuai dengan jenis amalannya. Kelima, unta-unta merah adalah lambang kekayaan orang Arab. Bila dikatakan lebih baik dari unta-unta merah artinya lebih baik dari dunia dan seisinya. Hadits tersebut menunjukkan bahwa keutamaan mengajak manusia adalah lebih baik dari dunia dan segala isinya. Keenam, tidak diterangkan bentuk mengajak kepada hidayah tersebut, karena cara berdakwah beraneka ragam. Menunjukkan boleh mendakwahi manusia dengan hal yang paling mengajaknya kepada hidayah, dengan dakwah yang sesuai dengan ilmu syar’i dan hikmah. Ketujuh, seorang mendapat keutamaan sehingga manusia mendapat hidayah boleh secara langsung, seperti mengajaknya dan mengajarinya, juga boleh secara tidak langsung, dengan menunjukkan seorang guru yang baik baginya, memberinya buku yang mengandung ilmu yang shahih, dan semisalnya. Wallâhu A’lam.
Oleh IMAM NUR SUHARNOOLEH IMAM NUR SUHARNO Dari Abdullah bin Amru, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda “Sampaikanlah dariku meskipun hanya satu ayat ....” HR Tirmidzi. Hadis di atas melandaskan kewajiban untuk berdakwah. Kewajiban tersebut berlaku bagi setiap Muslim laki-laki dan perempuan. Tidak ada alasan untuk tidak menunaikan kewajiban dakwah. Hal ini tampak dari perintah untuk menyampaikan dakwah meskipun satu ayat. Dan, rasanya, tidak ada seorang Muslim pun yang tidak menerima atau memahami satu ayat. Berdakwah bukan kewajiban yang diperintahkan oleh para ulama, kiai, atau oleh siapa pun. Akan tetapi merupakan perintah dari Allah SWT secara langsung kepada setiap individu Muslim. “Dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah.” QS Luqman [31] 17. Dalam ayat lain, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” QS Ali Imran [3] 104. Maka, orang yang istiqamah menunaikan kewajiban dakwah disebut sebagai khairu umah umat terbaik. “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” QS Ali Imran [3] 110. Dan, bagi pendakwah akan mendapatkan banyak keutamaan. Pertama, diberi pahala yang berlipat ganda. “Demi Allah, sesungguhnya Allah SWT memberikan hidayah kepada seseorang dengan dakwah-mu, maka itu lebih baik bagimu daripada unta merah.” HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad. Dalam hadis lain, “Wahai Ali, sesungguhnya Allah memberikan hidayah seseorang dengan usaha kedua tanganmu, maka itu lebih bagimu dari tempat mana pun yang matahari terbit di atasnya lebih baik dari dunia dan isinya.” HR Hakim. Kedua, semua makhluk mendoakan. Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah memberi banyak kebaikan, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, sampai semut-semut di lubangnya dan ikan-ikan selalu mendoakan orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.” HR Tirmidzi. Ketiga, pahala yang akan terus mengalir. “Barang siapa yang mencontohkan perbuatan baik dalam Islam, lalu perbuatan itu setelahnya dicontoh orang lain, maka akan dicatat untuknya pahala seperti pahala orang yang mencontohnya tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka yang mencontohnya. Dan barang siapa mencontohkan perbuatan buruk, lalu perbuatan itu dilakukan oleh orang lain, maka akan ditulis baginya dosa seperti dosa orang yang menirunya tanpa mengurangi mereka yang menirunya.” HR Muslim. Semoga Allah membimbing kita kaum Muslimin agar istiqamah menunaikan kewajiban dakwah dan meraih keutamaan yang dijanjikan. Amin.
lebih baik dari unta merah